PERNIKAHAN
Fida & Bima
Fida & Bima
PERNIKAHAN
Fida & Bima
Kepada yang terhormat Bapak/Ibu/Saudara/i
*Mohon maaf jika terdapat kesalahan penulisan nama & gelar
"Kita adalah dua insan manusia yang sepakat menyamakan tujuan, dua insan manusia yang sepakat saling membahagiakan, meski sesekali ada pertengkaran atau hal-hal menyedihkan, kita tetaplah dua insan manusia yang memilih untuk menjadi satu."
Fida & Bima
Fida & Bima
"Semoga Allah SWT memberkahi engkau dalam segala hal dan mempersatukan kalian berdua dalam kebaikan.”
HR. Abu Dawud, Ahmad, Tirmidzi
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Dengan rasa syukur dan bahagia, kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan kami.
Kedua
Mempelai
Acara Pernikahan
Tanpa mengurangi rasa hormat, bagi para tamu dimohon untuk mengenakan busana formal bertema Melayu dengan warna berikut:
Dua Hati
Asmaraloka
Barangkali semesta memang gemar bekerja diam-diam—mempertemukan dua manusia di musim paling rapuh, saat hati tak lagi pandai membedakan antara singgah dan pulang. Tanpa banyak suara, ada yang perlahan menetap pada tatap yang menenangkan, pada jeda yang tak lagi terasa sepi, pada nama yang diam-diam menjelma rumah.
Langkah Kecil Menuju Tenang
Kami pernah menjadi dua arah yang saling menjauh dalam diam. Membiarkan waktu membawa langkah masing-masing, meski diam-diam rindu tetap tinggal di tempat yang sama. Namun, setiap jalan yang terasa jauh selalu berujung pada titik yang sama. Sejak itu kami tahu, barangkali cinta memang bukan perkara saling memiliki, melainkan tentang siapa yang tetap memilih kembali meski pernah terluka berkali-kali.
Doa yang Tak Usai
Kami datang tidak dalam bentuk paling utuh. Ada takut yang belum selesai, ada luka yang belum benar-benar reda. Namun di antara segala kurang itu, ada tangan yang tetap bertahan menggenggam. Perlahan, kisah ini tak lagi hanya tentang dua hati, melainkan tentang doa-doa panjang yang diam-diam diaminkan banyak orang.
Titik Haru
Setelah segala riuh yang pernah tumbuh, cinta akhirnya belajar menjadi teduh. Ego luruh seperti hujan yang jatuh tanpa suara. Dan jalan-jalan yang dulu terasa mustahil perlahan terbuka dengan caranya sendiri. Hingga pada akhirnya, kami sampai di satu titik haru; dua perjalanan panjang memilih berhenti saling mencari, lalu menetap pada satu titik haru yang sama.
Bagi yang ingin memberikan tanda kasih, dapat mengirimkan melalui rekening di bawah ini:
Ucapan & Doa
Untuk Kedua Mempelai
Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kami Yang Berbahagia
Fida & Bima