The Wedding Of

Praditiya & Milinia

Kepada yang terhormat Bapak/Ibu/Saudara/i

Tamu Undangan

*Mohon maaf jika terdapat kesalahan penulisan nama & gelar

"We didn't just tie a knot; we tied two souls to one destiny. And if I had a thousand chances, I would choose you a thousand times over."

Praditiya & Milinia

Menuju Hari Bahagia

Praditiya & Milinia

07 . 01 . 2026
Hari
Jam
Menit
Detik

Praditiya & Milinia

"Wahai pasangan suami-istri, semoga kalian tetap bersatu dan tidak pernah terpisahkan. Semoga kalian mencapai hidup penuh kebahagiaan, tinggal di rumah yang penuh kegembiraan bersama seluruh keturunanmu."

Rgveda : X.85.42

Om Swastyastu,
Atas Asung Kerta Wara Nugraha Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk hadir dan memberikan doa restu pada acara pernikahan kami:

The Bride

and Groom

The Groom

Made Praditiya
WidYantara, S.T

Putra kedua dari Bapak I Nyoman Murya (alm)
dan Ibu Ni Nyoman Serinarti, S.E

&

The bride

Ni Made Ari
Mas Milinia, S.M

Putri Kedua dari Bapak I Made Miarta (alm)
dan Ibu Ni Made Suarpini, S.E

Tempat & Waktu

Acara Pawiwahan

07
01
26

pawiwahan

Resepsi Pernikahan

07
01
26
Our Love

Story

First Phase

Semua bermula dari dua hati yang sama-sama baru patah, mencoba merapikan sisa perasaan sambil iseng membuka aplikasi Bumble—tanpa ekspektasi, tanpa tujuan besar. Namun semesta punya cara lucu untuk mempertemukan dua orang yang tidak sedang mencari apa-apa. Kami saling swipe, lalu match, dan obrolan kecil itu perlahan tumbuh menjadi ruang nyaman baru. Kami bertukar cerita pahit dan lucu, sampai akhirnya menyadari bahwa kami ternyata pernah berada di lingkungan yang sama: satu SMP dan satu SMA, hanya beda angkatan—dia kelas 1 dan aku kelas 3. Dalam kejutan kecil itu, perasaan mulai menemukan jalannya.

Second Phase

Waktu membawa kami pada banyak percakapan yang tidak dibuat-buat. Tidak ada jaim, tidak ada pura-pura. Obrolan kami selalu nyambung, mengalir dari cerita sekolah dulu, perjalanan hidup, sampai hal-hal remeh yang entah kenapa terasa penting bila diceritakan kepadanya. Dalam canda dan keheningan, dalam pesan yang saling menenangkan, semua itu membentuk kenyamanan yang sederhana namun kuat. Setiap pertemuan terasa seperti bertemu teman lama, padahal baru benar-benar dekat. Dari situ, kami mulai belajar memahami, mendengar, dan mendukung satu sama lain.

Third Phase

Ada momen ketika hati menjadi lebih yakin. Bukan karena semuanya sempurna, tetapi karena bersama dia rasanya seperti pulang ke rumah yang sudah lama dicari. Dalam PDKT sekitar sebulan itu, perasaan tumbuh pelan tapi pasti, dibangun dari percakapan jujur, perhatian yang tidak diminta, dan kehadiran yang konsisten. Setiap hari membawa kepastian baru, sampai akhirnya hubungan ini tidak lagi terasa seperti hal yang kebetulan—melainkan sesuatu yang layak diperjuangkan dan dijaga.

Final Phase

Hingga akhirnya, pada 23 Februari 2024, kami memutuskan untuk membawa kisah ini ke tahap yang lebih serius. Dengan hati penuh keyakinan, aku melamarnya untuk melangkah menuju masa depan bersama: sebuah komitmen untuk tumbuh, memilih, dan saling menjaga dalam segala musim kehidupan. Dengan syukur yang dalam dan harapan yang hangat, kami siap menulis bab selanjutnya dari kisah ini—sebuah perjalanan yang berawal dari patah hati, dipertemukan oleh kebetulan, dan kini mengarah pada cinta yang matang.

Wedding Gift

Bagi yang ingin memberikan tanda kasih, dapat mengirimnya ke alamat di bawah ini:

Penerima: Praditiya & Milinia
Jl. Gatot Subroto I Gang XVI No. 25, Tonja, Denpasar Utara
HP: 0878-5847-0617
Disalin
RSVP

Ucapan & Doa

Berikan doa dan ucapan terbaik untuk kami.

0 Hadir
0 Tidak Hadir
0 Mungkin
Audio Player with Disc Icon

Terima Kasih

Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami.

Kami Yang Berbahagia

Praditiya & Milinia